Polemik Masalah Krusial Pendidikan di Indonesia

Posted: March 12, 2013 in Knowledge
Illustrated Confused by Rhoby Testy

Illustrated Confused by Rhoby Testy

“Telinga kita mungkin sering mendengar bahwa beredar argumen yang menyatakan apabila ditanyakan bagaimana sistem pendidikan di Indonesia, Apa yang kalimat yang pantas atau pas untuk mendiskripsikannya.. “Bobroknya Pendidikan Indonesia” “Selamatkan Pendidikan Indonesia yang terlanjur Amburadul” ” Lemahnya sistem pendidikan Indonesia yang membuat standarisasinya dibawah negara – negara lain” ???????????????????????????????????????????????????? APA KATA DUNIA???????????????????????

sebagai seorang Calon Guru, CAGUR tenaga pendidik, hal ini merupakan beban tersendiri dan menjadi tanda tanya besar dalam diri kita. Mau dibawa kemana generasi selanjutnya? dalam hal ini penulis mencoba untuk mengangkat tema yang mungkin menimbulkan tanda tanya besar, karena latar belakang penulis ialah sebagai calon tenaga pendidik, The final colleger of Bung Hatta University, Faculty of Teacher Training and Education, English Department… yang insyallah akan di wisuda pada akhir tahun ini (Insyallah) * Mohon do’a nya ya..🙂 oke, we are going to get in the topic.. check this out!

Masalah pendidikan di Indonesia masih saja sering diperbincangkan saat ini. Salah satunya adalah mahalnya biaya masuk sekolah. Bahkan untuk masuk ke tingkat sekolah dasar saja sudah menghabiskan beberapa juta, berbeda sekali pada periode sebelum reformasi yang tidak mencapai angka jutaan rupiah. Melangitnya biaya pendidikan membuat masyarakat semakin kesulitan di tengah perekonomian mereka yang juga minim.

Lalu, sampai kapan masalah pendidikan di Indonesia ini bisa kita tuntaskan sehingga tidak memberatkan rakyat kecil? Masalah pendidikan tidak hanya sebatas dari tingginya biaya pendidikan. Sebenarnya jika kita mau telusuri lebih jauh lagi, maka ada banyak masalah pendidikan di Indonesia ini. Kondisi pendidikan yang seperti ini seakan tidak mendapat dukungan dari pemerintah. Tentu hal ini malah menambah beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pendidikan mereka. Pendidikan di Indonesia saat ini ibarat mesin perputaran uang, bukan lagi sebagai lembaga untuk mencerdaskan bangsa.

Masalah Pendidikan di Indonesia – Polemik Pendidikan yang Tak Kunjung Usai

Kita memiliki banyak para ahli yang berkompoten di bidangnya. Indonesia juga banyak orang pintar, tetapi mengapa bisa masalah pendidikan di Indonesia tetap terjadi? Apakah tidak ada yang bisa memikirkan dengan baik lagi untuk mengatasi segala masalah pendidikan tersebut? Masyarakat saat ini seperti kelinci percobaan dari berbagai kebijakan pendidikan yang ditetapkan oleh pemerintah.

Masalah pendidikan sebenarnya sangatlah kompleks, tidak hanya terletak dari kebijakan yang ditetapkan atau tidak, tetapi juga terletak dari pelaku pendidikan itu sendiri. Tidak jarang kita mendengar rendahnya keprofesionalan guru-guru di Indonesia jika dilihat dari penempatan tugas yang lebih banyak di perkotaan ketimbang di pedesaan.

Namun, tidak bisa dipungkiri jika rendahnya keprofesionalan guru ini karena tidak didukung oleh kesejahteraan yang mereka terima. Masalah pendidikan di Indonesia bila tidak kita tuntaskan, bukan tidak mungkin akan berakibat pada proses belajar-mengajar itu sendiri. Bisa-bisa masalah pendidikan ini menghambat tercapainya tujuan pendidikan yang berlandaskan Pancasila yaitu pendidikan yang merata untuk semua masyarakat Indonesia guna mencetak generasi muda yang unggul di bidangnya.

Pada kenyataannya, masih banyak para pelajar kita yang belum mampu baik secara akademis maupun praktis bersaing dengan negara lain. Satu hal yang membingungkan kita terkait dengan masalah pendidikan di Indonesia yaitu bahwa meskipun generasi muda sudah mengenyam pendidikan hingga ke jenjang perguruan tinggi, tetapi tingkat pengangguran selalu meningkat. Masih banyak tenaga kerja yang dilihat dari segi akademis memiliki potensi, namun tetap saja keberhasilan akademis tidak lantas menjadi jaminan bisa mendapat pekerjaan.

Mengapa itu bisa terjadi? Bukankah akan timbul di benak masyarakat untuk apa sekolah tinggi-tinggi jika hanya jadi pengangguran? Jika demikian, bukan tidak mungkin akan menimbulkan masalah baru bagi dunia pendidikan di Indonesia. Lantas jika begitu, maka masyarakat tidak akan percaya lagi dengan dunia pendidikan dan memilih jalan pintas untuk tidak usah sekolah.

Dengan begitu, pendidikan akan kehilangan calon-calon berbakat yang diharapkan mampu bersaing di dunia global. Bukankah lembaga pendidikan itu untuk mencerdaskan bangsa, jika tidak ada yang sekolah lalu siapa yang akan dicerdaskan?

Berbagai Masalah Pendidikan di Indonesia

Masalah pendidikan di Indonesia saat ini sangat kompleks dan bila dibiarkan berlarut-larut tanpa antisipasi yang konkrit, bukan tidak mungkin kita akan menjadi bangsa yang terbelakang. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Political Economic Risk Consultant (PERC), mengatakan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia ada diperingkat ke-12 dari 12 negara di Asia dan posisi kita berada di bawah Vietnam.

Tidak cukup dari hasil survei PERC, data yang dilaporkan oleh The World Economic Forum Swedia pada tahun 2000, mengatakan Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki peringkat ke-37 dari 57 negara. Berdasarkan beberapa hasil survei tersebut sebenarnya bisa menjadi lecutan bagi kita terutama pemerintah untuk lebih meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia yaitu dengan mengentaskan masalah pendidikan di Indonesia.

Rendahnya kualitas dan mutu pendidikan di Indonesia menjadi penyebab utama terjadinya masalah pendidikan di Indonesia. Hal ini bisa disebabkan dengan faktor keefektifitas pendidikan yang rendah di kalangan pendidik dan peserta yang tidak memiliki tujuan pendidikan yang jelas, sehingga tidak mendapatkan gambaran yang jelas dalam proses belajar-mengajar. Kondisi ini ditambah dengan pandangan masyarakat, yaitu asalkan sudah menempuh pendidikan di sekolah ternama saja sudah sangat membanggakan tanpa harus melihat kualitas yang sebenarnya.

Masalah pendidikan di Indonesia tidak hanya sebatas dari rendahnya kualitas dan mutu pendidikan, tetapi ada masalah pendidikan yang tidak kalah pentingnya. Masalah-masalah tersebut, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Tujuan Pendidikan di Indonesia

Masalah pendidikan tentunya dilihat dari tujuan pendidikan yang ditetapkan di Indonesia. Tujuan pendidikan kita adalah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, namun pada kenyataannya malah tidak demikian. Saat ini malah banyak praktek beli ijazah atau kualitas pendidikan kita hanya diukur dari memiliki ijazah atau tidak serta tidak melihat kualitas dari pendidikan yang sudah didapatkan.

2. Badan Hukum Pendidikan (BHP)

Disahkannya Rancangan Undang-Undang (RUU) Badan Hukum Pendidikan (BHP) menjadi Undang-Undang telah menuai banyak protes karena sarat terjadinya komersialisasi terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Hal itu karena semakin mahalnya biaya pendidikan akibat privatisasi pendanaan perguruan tinggi negeri dan swasta.

3. Masalah Kurikulum

Masalah pendidikan di Indonesia juga tidak lepas dari peran kurikulum yang diterapkan. Kurikulum kita tidak memerhatikan potensi anak didik dan para pendidik. Selain itu, jumlah guru di Indonesia yang layak memberikan pengajaran hanya sekitar 60% saja, sedang sisanya masih perlu berbenah. Ditambah lagi dengan banyaknya guru honorer yang tingkat kesejahteraannya sangat minim, sehingga sibuk memikirkan kesejahteraannya.

4. Penyelenggaraan Ujian Nasional

Penyelenggaraan ujian nasional di Indonesia memberi kesan seakan-akan dipaksakan. Pelaksanaan ujian nasional sudah menuai protes sejak pertama kali diterapkan dalam kurikulum pendidikan di Indonesia pada tahun ajaran 2002/2003. Ujian nasional yang semula merupakan ujian akhir nasional ini sebagai pengganti Ebtanas. Hal yang memberatkan banyak pihak adalah penetapan standar pendidikan yang hanya dipatok berdasarkan aspek kognitif saja.

5. Sarana dan Prasarana yang Tidak Memadai

Masalah pendidikan lainnya yang sering menjadi masalah yaitu mengenai ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang kurang memadai, terutama di daerah-daerah. Seringkali kita mendengar di daerah tertentu memiliki sarana dan prasarana pendidikan yang minim.

Kondisi gedung sekolah yang sudah tidak layak, akses menuju sekolah yang kurang memadai, serta bangunan sekolah yang sudah tua dan tidak dilakukan renovasi. Belum lagi penunjang pendidikan lainnya seperti sirkulasi buku ajar. Meskipun sudah ada program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk sekolah-sekolah, tetap saja tidak memberikan sumbangsih apapun.

6. Kesempatan Pendidikan yang Tidak Merata

Tidak meratanya kesempatan mengenyam pendidikan, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu merupakan salah satu masalah pendidikan yang masih ditemui pada saat sekarang. Kesempatan rata-rata masyarakat mengenyam pendidikan di Indonesia hanya sebatas sekolah dasar jika dibandingkan dengan tingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas.

7. Komoditas Politik

Masalah pendidikan di Indonesia yang lainnya adalah saat ini pendidikan di Indonesia dijadikan sebagai komoditas politik, terutama dalam pemilihan kepala daerah melalui kampanye pendidikan gratis, padahal tidak sepenuhnya benar. Selain itu, masalah pendidikan di Indonesia yaitu belum siap atau belum sesuainya kurikulum yang ditetapkan dengan karakter di daerah dan karakter bangsa Indonesia itu sendiri.

Melihat banyaknya masalah pendidikan di Indonesia membuat kita perlu mengkaji ulang dari apa yang sudah terjadi dan sudah ditetapkan oleh pemerintah. Apakah tujuan pendidikan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa di segala aspek itu sudah terwujud atau belum?

Source : http://www.anneahira.com/masalah-pendidikan-di-indonesia.htm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s